REMAJA ITU
Pernikahan itu ternyata tidak hanya sekadar menghilangkan atau menghindarkan hawa nafsu saja. Namun, pernikahan adalah salah satu ibadah yang memang enak dijalankan namun sulit juga untuk menjaga dan membangunnya. Kenyataan yang terjadi menikah itu sekarang tidak harus menuruti pilihan pasangan orang tua. Pada era saat ini, kebanyakan mereka sebelum menikah telah mencari dan memilih sendiri pasangan yang cocok menurut mereka, tanpa menghiraukan apa yang telah dipilihkan oleh orang tua mereka.
Padahal betapa sedihnya bila orang tua tidak didengarkan nasihatnya oleh anak-anak mereka. Kalau dibandingkan bahkan mungkin tidak dapat dibandingkan betapa agung perjuangan yang telah diberikan, dilakukan oleh orangtua kepada anak-anaknya. Dalam hatiku bertanya, “mengapa mereka begitu memilih kekasih mereka yang baru saja dikenal daripada orang tua yang selama bertahun-tahun lamanya mengasuh dan mendidik mereka, perbuatan atau sikap seperti apa sih yang telah dilakukan oleh kekasihnya hingga mata dan hati menjadi gelap bagaikan malam yang gelap gulita?”.
Sekarang yang ada dalam benakku adalah mungkin mereka telah memprioritaskan hawa nafsunya. Karena tidak lain hal itulah yang bisa mengalahkan segalanya. Sampai-sampai seorang anak tega mencemarkan nama baik keluarga mereka, tidak bisa melihat lagi perjuangan yang dilakukan oleh ayah bundanya. Dengan terjadinya hal itu seorang anak tidak bisa lagi melihat masa depannya yang lebih cerah, mungkin hanyalah penyesalan yang terjadi Karena apa yang dilakukan tidak dipertimbangkan terlebih dahulu, nafsunya saja yang didahulukan.
Namun, semuanya hanya bisa dijadikan pelajaran berharga atas kejadian yang sudah terlanjur, seperti dalam sebuah peribahasa nasi sudah menjadi bubur. Apalagi yang harus diperbuat kalau sudah terjadi, tinggal membuatnya menjadi bermanfaat saja sehingga tidak harus menyesalinya lagi. Kalau memang melakukan kesalahan cukuplah sekali saja dan tak perlu mengulanginya lagi.
Wahai putra-putri Indonesia, wahai generasi muslim, mari wujudkan segala impianmu agar dia tidak hanya terpendam dalam anganmu. Bangun keluargamu, bangsamu, Negara ini dengan semua kobaran semangat yang tertancap dalam hatimu masing-masing. Apa gunanya jika segala ilmu yang kau cari, kau gali pada akhirnya musnah, hancur hanya sebab pemuasan nafsu sesaat. Sungguh amat sayang, amat rugi segala usaha orang tuamu, tenaga mereka, waktu mereka termasuk kau juga.
Aku sendiri adalah remaja sama halnya seperti kalian. Aku juga mencoba merubah diriku, tetap membangun semangat dalam diri ini agar nantinya aku tidak menjadi seseorang yang menyesal di kemudian hari. Sebab, Tuhan hanya memberi kita kesempatan sekali tuk hidup di dunia fana ini. Tak lain kita hanya tertuju kepadanya. Tujuan segala yang kita lakukan hanya untuk-Nya meski Dia tak membutuhkannya, namun apa salahnya kalau kita mencoba menjadi hambanya yang patuh. Yang itu semua untuk memsyukuri segala kenikmatan yang telah diberikannya.
Begitulah kehidupan memang tak semudah yang kita bayangkan kawan. Coba tancapkan dalam hatimu segalanya hanya untukNya, agar segala tidak dilakukan dengan terpaksa. Allah pun mengetahui apa yang kita pikirkan dan lakukan. Maka dari itu mari kita perbaiki kualitas diri ini. Agar nantinya bisa memberi manfaat bagi diri dan orang lain, agar hidupmu menjadi dinamis bukan statis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar